Meskipun sudah banyak kabar yang menyebutkan bahwa operator CDMA akan banyak yang beralih ke operator GSM seperti halnya FLEXI, tetapi berbeda dengan Smartfren. Smartfren masih belum terburu-buru untuk berpindah ke frekuensi GSM. Saya pribadi sangat menyayangkan perpindahan semua operator CDMA yang akan beralih ke GSM apalagi salah satunya adalah operator yang sudah dari dulu menemani saya yaitu flexi.
Smartfren merupakan operator yang cukup besar dan banyak peminatnya, smartfren juga termasuk salah satu operator besar di Indonesia. Tidak salah kalo smartfren sangat memikirkan pelanggan setianya dari pada harus berpindah frekuensi menjadi 850 MHz atau ke E - GSM. Meskipun smartfren harus berpindah ke operator GSM, banyak faktor yang dipertimbangkan oleh pihak smartfren. Salah satu faktor yang sangat dipikirkan oleh pihak smartfren adalah para pelanggan / pengguna yang masih setia dan nyaman dalam menggunakan layanan mereka.
Akan tetapi, apabila smartfren tidak mengikuti zaman, maka smartfren bakal tertinggal oleh para pesaingnya yang akan berpindah ke operator GSM. Di luar negeri, perkembangan jaringan sudah sangat pesat, rata-rata di luar negeri sudah 4G atau diatasnya. Oleh karena itu, telekomunikasi Indonesia juga tidak mau tertinggal oleh negara lain dan memanggil semua pihak operator CDMA untuk membicarakan masalah tersebut.
Seharusnya ada jalan lebih baik dari pada harus merubah operator CDMA ke frekuensi GSM. Sangat disayangkan karena banyak orang yang sangat kecewa akibat kabar perpindahan ini. Meskipun kabar ini masih belum jelas, akan tetapi sudah beberapa operator CDMA yang sudah siap akan perpindahan frekuensi ini. Semoga saja meskipun hal ini terjadi, para pihak operator CDMA yang berpindah ke GSM bisa membuat para pelanggan yang dulu tidak kecewa lagi dengan operator GSM yang baru seperti masalah jaringan, paket data internet, sinyal, dll.